untuk pembaca setia

cerita ita@duniamaya adalah salah satu wujud rasa cinta ita terhadap dunia pendidikan, dalam tulisan ini tidak membahas hal-hal yang berbau politik dan SARA, tulisan ini hanya tempat bagi penulis untuk berbagi semata, besar harapan penulis semoga tulisan ini bermanfaat khususnya bagi yang orang-orang yang mau belajar dan terus memperbaiki diri

Sabtu, 26 Mei 2012

ALAT PENGUMPUL KERANG


ALAT PENGUMPUL KERANG
oleh : ita apriani

<!--[if !supportLists]-->1.      <!--[endif]-->Definisi dan Klasifikasi
Alat pengumpul kerang adalah alat tangkap yang di desain khusus untuk mengumpulkan kerang, komponennya terdiri dari kantong yang di bagian mulutnya diberi bingkai besi berbentuk segitiga sama sisi. Alat pengumpul kerang diklasifikasikan ke dalam alat pengumpul (Subani dan Barus, 1989).


<!--[if !supportLists]-->2.      <!--[endif]-->Konstruksi Alat Penangkapan Ikan
Konstruksi dan ukuran bagian-bagian penggaruk kerang menurut Siagian (2002) yaitu sebagai berikut:
a) Mulut raga, di bagian ini diberi bingkai dari besi berbentuk segitiga sama sisi dengan ukuran ketiga sisinya 80 cm x 80 cm x 80 cm.
b) Kantong, dibentuk dari anyaman kawat, bagian ujungnya berbentuk agak membulat, berfungsi sebagai tempat kerang ditangkap.
c) Gigi raga, terbuat dari bahan besi (gigi garuk) di bagian bawah bingkai.
d) Lempengan besi yang mengelilingi mulut garuk, merupakan penghubung antara mulut bingkai dengan anyaman kawat dengan ukuran 2,5 cm.
e) Tangkai yang terbuat dari bambu dengan panjang 4-5 m yang digunakan oleh nelayan saat mengangkat kerang yang tertangkap.

<!--[if !supportLists]-->3.      <!--[endif]-->Kelengkapan dalam unit penangkapan ikan
<!--[if !supportLists]-->3.1  <!--[endif]-->Kapal
Perahu yang digunakan adalah perahu tanpa motor terbuat dari kayu dengan panjang 5-8 m yang digunakan sebagai alat transportasi nelayan dan sebagai penarik alat pengumpul kerang (Siagian, 2002).

<!--[if !supportLists]-->3.2  <!--[endif]-->Nelayan
Jumlah nelayan yaitu 2-3 orang nelayan, satu orang bertugas sebagai juru kemudian, satu orang bertugas untuk menurunkan garuk pada saat setting dan satu orang bertugas untuk menyortir kerang hasil tangkapan dan memasukkan kerang hasil tangkapan ke dalam keranjang (Siagian, 2002).

<!--[if !supportLists]-->3.3  <!--[endif]-->Alat bantu
Alat bantu pada pengoperasian alat pengumpul kerang adalah gulungan (roller) untuk membantu penarikan alat pengumpul kerang (Subani dan Barus, 1989).

<!--[if !supportLists]-->3.4  <!--[endif]-->Umpan
Alat Pengumpul rumput laut ini tidak menggunakkan umpan dalam pengoperasiannya.

<!--[if !supportLists]-->4.      <!--[endif]-->Metode pengoperasian alat
Pengoperasian alat pengumpul kerang dilakukan dengan perahu sebagai alat penarik, umumnya dilakukan pada siang hari. Cara pengoperasiannya yaitu menurunkan 2-6 alat pengumpul kerang sekaligus dari sisi kiri/kanan perahu kemudian ditarik menelusuri dasar perairan menggunakan tali panjang (300-500 m) yang salah satu ujungnya diikat pada patok (tiang pancang atau jangkar). Untuk membantu penarikan, digunakan alat bantu berupa penggulung (roller). Setiap kali pada jarak tertentu, alat pengumpul kerang diangkat ke atas perahu untuk pengambilan hasil tangkapan. Hal ini terus dilakukan sampai tali habis tergulung, artinya telah dilakukan beberapa kali pengangkatan alat pengumpul kerang (Subani dan Barus, 1989).

<!--[if !supportLists]-->5.      <!--[endif]-->Daerah pengoperasian
Daerah pengoperasian alat pengumpul kerang adalah di dasar perairan. Distribusi alat pengumpul kerang yaitu di Jakarta (Kamal), Tanjung Balai Asahan dan beberapa tempat di pantai utara Jawa (Subani dan Barus, 1989).

<!--[if !supportLists]-->6.      <!--[endif]-->Hasil tangkapan utama
Hasil tangkapan alat pengumpul kerang adalah kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bulu (Anadara inflata) (Subani dan Barus, 1989).

Daftar Pustaka
Siagian SF. 2002. Analisis Hasil Tangkapan Kerang Menggunakan Penggaruk Kerang Dregde Gear dan Kemungkinan Bentuk Pengembangan Produksi Hasil Tangkapan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Skripsi. Bogor: Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 104 hal.

Subani W dan HR Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Jurnal Penelitian Perikanan Laut. No. 50. Jakarta: Balai Penelitian Perikanan Laut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Tidak ada komentar: